Kelurahan Gendongan melaksanakan Musyawarah Perencanaan Pembangunan pada hari Selasa, 13 Januari 2026 dengan dihadiri berbagai unsur, mulai dari Ketua RT, ketua RW, perangkat daerah, PDAM, tokoh masyarakat, dan pihak terkait lainnya. Dimulai pada jam 8.34 acara musrenbang tingkat kelurahan dipimpin oleh Lurah Gendongan, Abraham Tri Prasetyo, SSTP, MM yang dibuka dengan ucapan selamat datang dan terimakasih atas kehadiran peserta rapat.
Selanjutnya sambutan Camat Tingkir, Nyoto Dwi Sabdo, yang kemudian disampaikan reviu kegiatan kelurahan Gendongan dan mekanisme usulan kegiatan baik melalui dana kelurahan, OPD dan Pokir.
Materi musrenbang disampaikan oleh Kabid P4 Bappeda, Dyah Woro, yang meliputi tema pembangunan untuk tahun 2027 dan arti penting dari musrenbang. Diharapkan komitmen dan peran aktif masyarakat dalam proses pengawalan pembangunan daerah dengan tetap memberikan usulan sesuai dengan wilayah masing-masing agar prioritas yang ditetapkan sesuai dengan kebutuhan masyarakat.
Ketua LPMK menyampaikan evaluasi pelaksanaan pembangunan pada tahun 2025, serta rencana pembangunan di tahun 2026 yang meliputi kegiatan permas dengan pagu sebesar Rp. 290.200.450,- dan sarpras sebesar Rp. 200.000.000,-.
Acara inti musrenbang yaitu diskusi dan penyampaian usulan dari masyarakat yang dipandu oleh ketua LPMK.
- Widagdo, RW 03
- untuk mewujudkan sinergi pembangunan perlu masterplan peta perkembangan pembangunan untuk mengetahui apa saja yang sudah dikerjakan dan apa yang direncanakan berikutnya
- perlu adanya paparan yang berisi foto dokumentasi untuk menentukan prioritas pembangunan
- Tanggapan:
- LPMK : hasil pembangunan sudah menampilkan foto sebagai lampiran dokumentasi
- Bappeda : sepakat dengan usulan masterplan
- Erlita Ariyanti, RT 08 RW 03
- perlu adanya pembersihan lahan bekas pembangunan talud di RT 08 karena ada sebagian aset dari warga yang tertutup semen
- di daerah Perengrejo masih ada gundukan bekas pembangunan yang akhirnya dibersihkan oleh warga sekitar
- Tanggapan:
- Anderson, DPUPR : pembersihan lahan akan segera ditindaklanjuti
- Wiwik Sunarto, RW 05
- beberapa lokasi pekerjaan DPUPR belum dilakukan pembersihan
- permasalahan air PDAM yang mati pada jam 17.00 sampai pagi berikutnya sejak pasca runtuh jembatan Ledok
- pemeliharaan gapura apakah diusulkan melalui dakel atau lewat OPD
- beberapa usulan saluran masih belum terakomodir dan berharap adanya talud pengaman di permukiman
- Tanggapan:
- DPUPR : untuk pemeliharaan gapura, selama sudah tercatat sebagai aset Pemkot Salatiga usulan bisa diproses. Untuk pembersihan akan segera ditindaklanjuti
- Firman, PDAM : terkait aliran PDAM akan disampaikan ke divisi terkait dan akan diberikan prioritas
- Dika, DPKP : pembangunan talud hanya untuk menunjang fungsi jalan lingkungan. Untuk pembangunan talud hunian di luar kewenangan DPKP.
- Okto Risang, DPUPR : warga bisa mengajukan proposal ke Wali Kota diketahui RT dan RW
- Suyanto,
- terkait alokasi pagu dana kelurahan yang semakin turun
- kantor Kelurahan Gendongan minim lahan parkir agaknya menyulitkan pengunjung untuk parkir kendaraan
- Tanggapan :
- Bappeda : Pendapatan Daerah terbatas, terlebih lagi dana transfer dari pusat digunakan untuk pembiayaan program prioritas nasional.
- Camat Tingkir : rehab parkir gedung Kelurahan Gendongan
- Prihariyanto, RW 02
- usulan pembuatan gapura
- usulan pembangunan balai RW yang sekaligus difungsikan sebagai gudang RW di bantaran sungai kering
- Tanggapan :
- Bappeda : usulan gapura bukan termasuk prioritas pembangunan
- DPUPR : pembangunan balai RW di atas sungai melanggar regulasi
- Yunita, PKK RW 01
- mengajukan usulan untuk pot vertikultur, bantuan benih, instalasi hidroponik, media tanam dan bibit serta pelatihan budidaya anggrek
- usulan tempat sampah khusus sampah botol ke Dinas Lingkungan Hidup
- Tanggapan :
- Nishwa, Dispangtan : urban farming termasuk prioritas di tahun 2026 dan 2027, namun untuk usulan tidak sepenuhnya akan diakomodir karena keterbatasan anggaran di OPD. Untuk bibit anggrek dialokasikan untuk fokus penyediaan bibit di greenhouse
- Novita, DLH : tempat sampah khusus sampah botol untuk mengajukan proposal ke DLH

